Welcome ~

Welcome to My Blog, Minna-san!!!

Minggu, 17 November 2013

CHILDHOOD

Chisa & Galih’s Story

“Kita bersama selamanya, ya!”

            Hari itu, terjadi konflik antara keluarga Chisa dan keluarga Galih yang banyak diliput media massa. Keluarga Chisaperusahaan yang bergerak dibidang fashion-memutuskan kontrak kerja sama yang sudah dibangun hampir 7 tahun dengan keluarga Galih-perusahaan yang bergerak dibidang tekstil. Walaupun hubungan antar dua perusahaan tersebut retak, bukan berarti hubungan Chisa dan Galih pun ikut retak. Berbanding terbalik dengan kenyataan yang terjadi, justru kedua bocah 4 tahun itu tetap rukun dan akrab satu sama lain. Mereka sama sekali tidak mengerti permasalahan yang sedang menimpa keluarga mereka saat itu.
            Suatu hari, Chisa terpaksa pindah rumah-keluarga Chisa tinggal satu komplek dengan keluarga Galih di daerah Menteng. Keluarga Chisa pindah ke rumah keluarga yang lain di daerah Lembang, Jawa Barat untuk menenangkan hati yang kesal karena masalah yang dihadapi. Karena berakhirnya kerja sama dengan perusahaan Galih, keluarga Chisa berusaha mencari partner kerja yang lain. Hari ketika Chisa dan Galih berpisah mungkin menjadi hari yang tidak akan pernah mereka lupakan.
        Beberapa tahun kemudian, keluarga Chisa kembali ke Jakarta. Setelah kondisi perusahaannya berjalan dengan normal kembali, keluarga tersebut tinggal di daerah Menteng. Chisa yang menghabiskan waktu sekolahnya di Lembang harus pindah ke Jakarta mulai tahun ajaran kedua di SMA. Sebelumnya Chisa terdaftar sebagai siswi di salah satu SMA negeri di Lembang. Di Jakarta, Chisa menjadi murid pindahan di salah satu SMA swasta yang berada di daerah Blok M. Chisa bersekolah di SMA Pusaka Satu. Saat itu lah dirinya bertemu kembali dengan Galih.
            Chisa, kini telah tumbuh menjadi gadis yang teguh, ramah, dan berkemauan keras sedangkan Galih, tumbuh menjadi laki-laki yang selalu menganggap enteng semua hal. Ia tidak benar-benar serius dengan setiap hal yang dilakukan. Namun, sikap buruk Galih perlahan berubah. Galih mulai menyadari tabiat buruknya itu dan berusaha untuk serius dengan hidupnya. Mencari penyebab putusnya hubungan keluarga Chisa dan keluarganya adalah hal pertama yang dilakukan Galih dengan sungguh-sungguh. Chisa dan Galih tidak bisa membiarkan hubungan kedua keluarga terus buruk. Mereka terus menyelidiki hal itu dengan bantuan teman-temannya.
            Sifat Chisa yang setia kawan membuatnya dapat memiliki beberapa teman di sekolah baru. Wina, gadis pintar yang kalem namun, terkadang melihat orang lain dari penampilan luar saja. Erika, gadis cantik yang bercita-cita menjadi aktris terkenal namun, egois dan tidak disukai teman-teman perempuan di sekolah. Nino, laki-laki berpenampilan menarik, anak orang kaya, dan murid terpintar seangkatan namun, tidak memiliki minat terhadap cinta.
           

TOKOH



Chisa (16), gadis pintar yang berjuang mewujudkan cita-citanya menjadi pengacara untuk menegakkan keadilan. Ia gadis biasa yang tumbuh dari keluarga pemilik perusahaan fashion terkenal. Namun, bukan berarti ia jadi begitu tertarik dengan fashion. Sewaktu kecil, ia mempunyai teman akrab yang bernama Galih tapi karena konflik yang terjadi antara perusahaan keluarganya dengan perusahaan keluarga Galih menyebabkan putusnya hubungan mereka. Chisa dan keluarga memutuskan pindah ke Lembang hingga akhirnya kembali ke Jakarta dan menjadi siswi pindahan di SMA Pusaka Satu. Sampai akhirnya, takdir menyatukan dirinya dengan teman masa kecilnya. Chisa dan Galih sepakat untuk bekerja sama menyatukan kembali hubungan dua keluarga yang sempat renggang. Tak hanya itu, Chisa juga memprioritaskan masa depannya sebagai pengacara handal kelak.



Galih (16), merupakan teman akrab Chisa sewaktu kecil. Ia tidak pernah serius dalam setiap hal yang ia lakukan. Hal tersebut dikarenakan ia hidup dan besar di keluarga yang serba berkecukupan-keluarga pemilik perusahaan tektil besar. Orang tuanya pun khawatir terhadap dirinya sebagai seorang putra pertama yang berhak menggantikan posisi ayahnya sebagai pemilik perusahaan. Galih pun sebenarnya tidak terlalu menginginkan posisi tersebut malah menyuruh adiknya yang kelak mengisi posisi tersebut. Tapi, setelah bertemu Chisa, perlahan Galih berubah. Galih pun berusaha mencari penyebab retaknya hubungan keluarganya dengan keluarga Chisa. Ia menjadi serius dan mulai memikirkan kembali posisinya sebagai calon pewaris perusahaan keluarganya. Namun, hambatan membuat jalan Galih tidak semulus yang diduga karena ia harus berhadapan dengan orang-orang yang telah lama mengincar posisi teratas perusahaan keluarganya tersebut.



Erika (16), gadis cantik yang membuat siapa pun menoleh padanya. Ia adalah teman Galih sejak SMP dan bersekolah di tempat yang sama. Dengan modal wajah cantik dan selera berpakaian yang modis, ia bercita-cita menjadi aktris terkenal. Jika laki-laki lain teralihkan dunianya bila bertemu dengan Erika, lain halnya dengan Galih. Galih tidak benar-benar terbius akan kecantikan Erika. Itulah yang membuat Erika kesal sekaligus penasaran dengan Galih saat pertama kali bertemu. Ia berusaha dengan segala cara agar selalu dekat dengan Galih. Entah itu karena rasa suka atau rasa penasaran belaka. Wataknya yang agak egois menyebabkan dirinya tidak benar-benar disukai murid-murid perempuan di sekolah. Hanya sedikit teman perempuan disekelilingnya, itu pun karena sama-sama cantik dan percaya diri seperti dirinya. Bertemu dengan Chisa benar-benar mengubah dirinya. Pelahan, image-nya sebagai perempuan yang “pilih-pilih teman” hilang.



Wina (16), gadis yang terlihat lembut dan kalem ini adalah teman pertama Chisa di SMA Pusaka Satu. Karena bercita-cita menjadi pengacara, Wina dan Chisa menjadi akrab satu sama lain. Wina merupaka salah satu siswi berprestasi di sekolah. Kepribadiannya yang kalem membuatnya terlihat pendiam. Awalnya, ia tidak suka dengan Erika yang menurutnya sok dan terlalu membangga-banggakan parasnya yang cantik. Walaupun sekelas, ia tidak benar-benar akrab dengan Erika. Karena Wina menganggap, Erika memiliki dinding yang membuat siapa pun tidak bisa sembarang mendekatinya. Karena itulah, Wina tidak menyukai Erika dan berpura-pura ramah di depannya. Sampai akhirnya, ia berteman dengan Chisa dan menjadi dekat. Berteman dengan Chisa, membuat Wina menyadari satu hal. Ia sadar bukan hal yang baik bila melihat orang hanya mengandalkan penampilan luarnya saja. Hingga akhirnya tanpa diduga dirinya berteman dengan Erika dan menjadi teman curhatnya. Chisa mengajari Wina banyak hal.



Nino (16), berbeda dengan Galih yang terlihat santai justru Nino merupakan tipe laki-laki yang serius dan kaku. Ia menjalankan rutinitasnya dengan membaca berbagai buku. Wajar, ia adalah murid terbaik seangkatan. Namun, perbedaannya dengan Galih justru membuat dirinya berteman baik dengannya. Tak ada satu pun orang yang benar-benar sabar menghadapi ketidakseriusan Galih dalam segala hal. Hanya Nino yang mampu memarahi Galih disaat bocah itu sudah keterlaluan dalam bertindak. Nino sangat memahami Galih, begitu pun sebaliknya. Ia tergolong laki-laki yang punya banyak kelebihan. Berpenampilan menarik, berasal dari keluarga mapan, dan pintar. Namun, ia tidak tertarik dengan hal percintaan yang dianggapnya membosankan. Ia juga menutup rapat hatinya karena tidak ingin dirinya dimanfaatkan oleh perempuan yang hanya melihat penampilan luarnya dan mengincar harta keluarganya. Anggapan fatal Nino tersebut diubah oleh Chisa. Chisa mengajarkan hal yang seharusnya tidak boleh dihilangkan dari seorang manusia, yaitu cinta. Perlahan, Nino mulai membuka hatinya. Walaupun begitu, Nino belum benar-benar melakukannya namun, hatinya mulai terpaut pada sifat Chisa yang belum pernah ia temukan di wanita mana pun.


Beberapa poster yang kira-kira cocok dengan cerita ini:

Poster 1 

Poster 2 

Poster 3

Poster 4

Poster 5

dan yang terakhir ini bukan poster, sebenarnya saya iseng buat salah satu adegan saja hahaha


Just Info: Semua gambar yang saya share adalah ASLI hasil karya sendiri. Jadi, mohon dimaklumi kalo tidak bagus maklum masih amatir hehe
________________________________________

Ini cerita kedua yang saya post di sini hehe. Ini baru cerita secara garis besar saja, saya belum mengembangkan ceritanya sampai detail. Saya masih memikirkan penyebab keluarga Chisa dan keluarga Galih retak. Sebenarnya baru rencana aja, maunya karena ada pihak tertentu yang iri melihat kesuksesan kerja sama perusahaan keluarga tersebut. Ada lagi hal yang saya pikirkan, yaitu hubungan antara Chisa dan Galih. Kira-kira mereka perlu saling jatuh cinta atau tidak ya? hahaha. Soal Nino yang menyukai Chisa itu sudah pasti. Lalu bagaimana dengan Wina dan Erika? Erika awalnya tertarik pada Galih karena laki-laki itu tidak melirik Erika sama sekali. Wina? hmmm. Yang pasti mereka berlima pada akhirnya saling akrab satu sama lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar